Ungkapan “Contents is King” sering kita dengar dalam dunia e-Learning. Apabila kita tinjau ulang ungkapan tersebut memang ada benarnya, namun tidak selamanya benar. Apa maksudnya?
Betul bahwa sebuah sistem e-Learning tidak berarti apa-apa jika tidak memiliki konten. Namun di sisi lain, sistem e-Learning yang berisi banyak konten pun tidak menjamin penggunanya ‘belajar’ melalui sistem yang dimaksud itu.
Dalam filosofi pendidikan, banyak aliran dan pendekatan yang menerangkan tentang bagaimana seseorang belajar, seperti kita ketahui terdapat pendekatan kognitivisme, behaviourisme, dan kontruktivisme. Dalam era e-Learning, ketiga pendekatan tersebut tidak lantas menjadi kadaluarsa dan harus digantikan. Justru setelah era e-Learning seorang guru/dosen/learning designer harus mampu mengadopsi pendekatan-pendekatan tersebut kedalam bentuk digital, inilah yang saya sebut ‘Learning Design dalam e-Learning’.
Learning design tidak serta merta berbicara masalah bagaimana membuat sebuah konten yang baik dan dipahami oleh penggunanya. Lebih dari itu, learning design akan berbicara hingga bagaimana menimbulkan kesadaran (awareness), daya tarik (attraction) dan pada akhirnya menimbulkan rasa ingin mengadopsi (adoption) e-Learning yang dikembangkan.
Domain Learning Design
http://idelearning.com/2011/05/30/learning-design-dalam-elearning/#more
Tidak ada komentar:
Posting Komentar